Selasa, 18 Oktober 2016

CURHAT: si Kucing-Kucing, MAMA dan Akhirnya..

Kasihan sekali lihat kucing² di rumah ini, kelaparan.. ini pasti karena saya juga.

Ceritanya waktu itu kucing ini cuma 1 ekor, tapi "cerewetnya" minta ampun, sedang lapar ataupun kenyang..tetap saja ngeong². Jadinya, mama di rumah naik tensi terus di buatnya, setiap hari begitu terus. Saya yang sesekali di rumah akhirnya ingin "mendamaikan" mereka berdua, karena tidak tega lihat kucing di marahi terus, tidak ingin juga mama jadi stress gegara kucing. Satu kesempatan saya datang, pas waktunya makan. Kebetulan ada mama juga di dapur, saya di suruh makan dan..kucing itu juga ada, masih tetap dengan ngeong²nya. Lagi² mama dengan ngomel²nya sama si kucing, kucing ini lah kucing itu lah, kira² begitu ucapannya. Akhirnya saya tidak langsung makan, saya ambil piring tempat makanannya si kucing, saya sajikan makanan enak buatnya, lengkap... pastinya si kucing suka, dia makan dengan lahap, dan tentunya tidak ada suara yang bikin mama stress. Baru setelah itu saya makan..

Mama yang melihat kejadian itu hanya diam, tapi tetap dengan menggerutunya.
Setelah selesai makan, saya langsung bicara serius tentang kucing sama mama.
Saya mulai dari kodrat wanita dalam pandangan islam; bahwa sebaik²nya wanita adalah menjadi ummul baiti bagi rumah tangganya. Ummul baiti yang benar² tidak menjadikan pekerjaan di luar rumah sebagai yang utama dan terutama. Semata² urusan rumah tangganya saja yang jadi prioritas, urus suami, urus anak dan segala macam pekerjaan rumah. Mama yang mendengarkan itu seolah² tidak yakin benar. Lalu saya tegaskan bahwa itu benar, seperti itulah kebenaran yang sebenarnya. Sebelumnya mama bilang, bagaimana dengan wanita yang bekerja di luar, jadi guru, kerja di kantor, pedagang di pasar atau bahkan bantu suami kerja di kebun. Itukan tujuannya untuk kebaikan juga, mencari nafkah atau bantu suami dalam pekerjaannya. Saya katakan, bahwa sejatinya yang bertugas untuk mencari nafkah adalah suami, jika istri mau dan bersedia membantu itu tidak berdosa, sebaliknya bisa jadi pahala, kalau niatnya "membantu" bukan menjadikan pekerjaan utama, yang mana akhir² ini banyak kita lihat, istri punya penghasilan sendiri dan seringkali mengabaikan tugas utamanya sebagai ummul bait tadi. Giliran di beri pilihan, pekerjaan atau ummul baiti, mereka memilih pekerjaan. Saking ngototnya, mereka rela harus berdebat dan bantah²an dengan suami gara² persoalan itu.


Mendengar penjelasan itu mama langsung nyela, "jadi istrimu nanti cuma mau taruh dirumah saja?" Ukhuk ukhukk ukhukk.. saya langsung batuk² mendengarnya, sambil ketawa ketika saya bilang, Maa.. nanti itu, biar tidak ada persoalan yang begitu ya jangan cari yang kerja, tapi bisa kerja di rumah, heheheh..
Kembali ke masalah kucing. Saya bilang, seperti mama ini contohnya, mama khan memang tidak kerja di luar rumah, jadi bisa saya kategorikan ummul baiti. Setelah itu apa, mungkin mama merasa bosan dengan rutinitas yang itu² saja, memasak, mencuci, menyapu, besoknya itu² saja. Membosankan memang ma, tapi pahalanya besaaaaaar sekali, begitu saya bilangkan ke mama. Kenapa, karena dgn itu mama sudah "menghidupkan" manusia. Perbuatan dosa kedua terbesar dalam pandangan Allah adalah membunuh jiwa tanpa hak. Jiwa apa saja, utamanya manusia. Artinya, sebaliknya adalah membuat jiwa manusia hidup merupakan amal ibadah terbesar pula dalam pandangan Allah. Termasuk kucing...


Saya tidak mau mengusik rasa keikhlasan dalam hati mama, karena saya yakin ketika pekerjaan sebagai ummul baiti tadi sudah mama lakukan itu artinya mama ikhlas, dan saya yakin pahalanya besar. Saya ingin hal sama juga berlaku untuk kucing itu, betul dia hewan tapi tetap punya jiwa, makhluk ciptaan Allah, kita tidak tau..bisa jadi kucing itu lebih tinggi derajat ibadahnya sama Allah ketimbang kita. Kita tidak tau.. tapi yang pasti, kucing ini khan termasuk hewan peliharaan, spesial lagi hewan peliharaan Rasulullah. Jadi Ma.. tidak usah ragu memberikan "pelayanan" yang baik untuk kucing. Saya yakin, dari 10 rumah yang pernah di singgahi sama kucing, untung²an ada 1 atau 2 rumah yang bisa dia betahi, bukan karena apa.. bisa jadi tuan rumah tidak menginginkannya, di marah², di tendang, tidak di beri makan dan sebagainya.
Kucing itu punya jiwa juga, dia sangat perasa, saya sudah buktikan itu, pernah khan dulu ada kucing yang di marah² tanpa ampun gara²nya berak di kasur, padahal saat itu dia lagi menyusui 2 ekor anaknya. Apa yang terjadi, tidak sehari dari situ kucing itu langsung pergi tanpa pamit sambil membawa 2 anaknya. Sekarang saya sudah tau, ternyata dulu itu salah besar, akibatnya hampir 3 tahun tidak pernah lagi ada kucing yang mau datang kerumah kita, entah kenapa. Saya berfikir, bisa jadi Allah menghendaki demikian, kita tidak amanah, kita tidak baik terhadap ciptaannya. Olehnya, sekarang jangan lagi seperti itu, layani dia, beri dia makan, insyaALLAH itu akan menjadi pundi² pahala kita kelak di hari perhitungan nanti. Begitu kira² Ma.. dan Alhamdulillah mama bisa mengerti.
MasyaALLAH , sekitar 6 bulan yang lalu, kucing itu beranak 3, dan sebulan yang lalu beranak lagi 4, total kucing² di rumah ada 8 dengan induknya.
Tapi sayang, sekarang kucing² sering lapar.. Mama lagi sakit, tidak ada masakan yang enak untuk dimakan.
Sabar ya Cing, saya juga harus sabar dan tabah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CURHAT: si Kucing-Kucing, MAMA dan Akhirnya..

Kasihan sekali lihat kucing² di rumah ini, kelaparan.. ini pasti karena saya juga. Ceritanya waktu itu kucing ini cuma 1 ekor, tapi ...