Jumat, 28 Maret 2014

Sedikit Saja Tentang PAK HERDI

Kesempatan ini saya mau menulis tentang satu orang yang menurutku "tidak terkenal" tapi selalu terkenang dihati, Agaggaggagaggggggg...!!!

Yup, nama lengkapnya Herdi Tokala, biasa saya memanggil dengan Pak herdi, sebab beliau ini Bapak-bapak, kalau istrinya ya Bu Herdi, hihihihihihihhhhh...
Pak Herdi ini bisa dikatakan seorang perantau, tapi kampung halamannya bukan di Timor Leste. Beliau ini asli dari daerah Sulawesi Bagian Utara tapi bukan Manado, melainkan Gorontalo, sekalipun dalam pengakuannya bahwa Bapaknya berasal dari Manado. Artinyaaa, Pak Herdi ini blasteran Manado - Gorontalo, dan bisa di bayangkan bagaimana wajahnya, (petunjuk: Bayangkan wajah mantan Gubernur Gorontalo - Bapak Fadel Muhammad dan Mantan Putri Indonesia asal Manado - Angelina Sondakh) ya...bayangkan saja, dan jangan membayangkan wajah Pak Herdi adalah perpaduan dari kedua tokoh tersebut, hahahhahhhhhh... peace pak...!!!

Pak Herdi seorang pekerja keras dan pekerja berat, maksudnya...beliau ini selalu bekerja dengan hal-hal yang keras dan yang berat-berat. Saat ini, Pak Herdi adalah seorang Pramubhakti di sekolah MTsN Sausu sekaligus menjadi Direktur Utama merangkap Manager Pemasaran di kantin sekolah yang dikelolanya, hahahahhahahhhhhh...!!! Iya, tapi kenapa mesti tertawa, ada yang lucu kah ??? Ada, dan memang Pak Herdi ini seorang yang suka melucu, banyak bercanda, supel (tau ngga supel itu apa? SUka ngePEL), penyabar, rajin, suka kebersihan, baik, ramah, sopan, disayang mertua, dan yang utama adalah tempat saya berhutang...hutang apa saja, Agaggagagagaggaggagggg...

Ada banyak cerita tentang hutang sama Pak Herdi, mulai dari
cara berhutang, jenis hutang, bayar hutang dan berhutang lagi, sampai akhirnya ada ungkapan dari Pak Herdi tentang hutang ini, katanya "hidup tanpa hutang bagai sayur tak bergaram” hahahahahhhh…
Pak Herdi ini sangat hobby dengan yang namanya musik, gemar menyanyi dan memang sich suaranya merdu kalau lagi nyanyi. Pernah ikut lomba nyayi tingkat kecamatan, dan katanya meraih juara II, lumayan lahh…!!
Jika bersama Pak Herdi hidup terasa damai, ramai dan penuh warna, hehhehehhhhh, macam permen Nano Nano saja. Yap, mungkin bagi saya itu ungkapan yang tepat untuk nantinya mengenang Pak Herdi jika beliau telah tiada, Agaggagagaggggg… Dan memang, selama bersama Pak Herdi, ada banyak ungkapan-ungkapan yang beliau ucapkan (sebagian sudah lupa), yang ketika saya mendengarkan itu biasanya saya tertawa, karena ungkapan-ungkapannya lucu menggelitik tapi sarat dengan makna yang mendalam. Contohnya: waktu lagi macet-macetnya gaji honor, sebagian teman-teman banyak yang murung seolah-olah sakit dan tidak berbicara, nah seketika Pak Herdi bilang:” Lagi sakit sariawan, bibir pecah-pecah, tenggorokan kering dan susah UANG besar”.
Olehnya, untuk mengabadikan ungkapan-ungkapannya, saya sengaja –tanpa sepengetahuan Pak Herdi- membuat akun facebook Herdi Tokala yang nantinya akan saya jadikan tempat untuk menulis ungkapan-ungkapannya. Di Add ya man teman...
Peace ya Paakk, hehhehheh, Nanti, kalau misalnya Bapak baca tulisan ini, berarti Bapak sudah bisa internetan, dan jangan marah ya Paaakkkk..

Hampir lupa, satu hal yang juga tidak bisa dipisahkan dari Pak Herdi, apa itu..??? Lombok alias merica alias rica alias apa saja yang penting semisal itu lah… Pak Herdi sangat gemar makan makanan yang “beraliran” HOT (pedas maksudnya), sampai pernah ada ungkapannya juga tentang merica ini, katanya “Makan tanpa merica seperti…. (lalu dia diam) saya Tanya, seperti apa Pak ?? mau muntah” jawabnya. hahhahahhahhhhhh, itu mah bukan ungkapan, tapi emosi…!! Ceritanya, waktu itu Pak Herdi telat ke pasar, akhirnya tidak kebagian sayur, keburu habis diborong orang. Terpaksa yang dibikin sayur itu merica, luar biasaa..!!! Merica di iris tipis-tipis seperti kacang panjang, terus di tumis, Masya Allah… bisa dibayangkan bagaimana pedas-nya sayur itu, hmm..


Sebelum di akhiri, perlu saya sampaikan bahwa tulisan ini belum menceritakan sepenuhnya tentang Pak Herdi, jika memungkinkan dan jika ada cerita baru tentang beliau akan di sambung… hehehehhhhh

Pak Herdi (baju biru) berfoto dengan Pak imam (baju hitam)




MATI BOLEH SAJA, ASAL HIDUP SUDAH BERARTI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CURHAT: si Kucing-Kucing, MAMA dan Akhirnya..

Kasihan sekali lihat kucing² di rumah ini, kelaparan.. ini pasti karena saya juga. Ceritanya waktu itu kucing ini cuma 1 ekor, tapi ...