Kesempatan ini saya mau menulis tentang satu orang yang
menurutku "tidak terkenal" tapi selalu terkenang dihati,
Agaggaggagaggggggg...!!!
Yup, nama lengkapnya Herdi Tokala, biasa saya memanggil
dengan Pak herdi, sebab beliau ini Bapak-bapak, kalau istrinya ya Bu Herdi,
hihihihihihihhhhh...
Pak Herdi ini bisa dikatakan seorang perantau, tapi kampung
halamannya bukan di Timor Leste. Beliau ini asli dari daerah Sulawesi Bagian
Utara tapi bukan Manado, melainkan Gorontalo, sekalipun dalam pengakuannya
bahwa Bapaknya berasal dari Manado. Artinyaaa, Pak Herdi ini blasteran Manado -
Gorontalo, dan bisa di bayangkan bagaimana wajahnya, (petunjuk: Bayangkan wajah
mantan Gubernur Gorontalo - Bapak Fadel Muhammad dan Mantan Putri Indonesia
asal Manado - Angelina Sondakh) ya...bayangkan saja, dan jangan membayangkan
wajah Pak Herdi adalah perpaduan dari kedua tokoh tersebut, hahahhahhhhhh...
peace pak...!!!
Pak Herdi seorang pekerja keras dan pekerja berat,
maksudnya...beliau ini selalu bekerja dengan hal-hal yang keras dan yang
berat-berat. Saat ini, Pak Herdi adalah seorang Pramubhakti di sekolah MTsN
Sausu sekaligus menjadi Direktur Utama merangkap Manager Pemasaran di kantin
sekolah yang dikelolanya, hahahahhahahhhhhh...!!! Iya, tapi kenapa mesti tertawa,
ada yang lucu kah ??? Ada, dan memang Pak Herdi ini seorang yang suka melucu,
banyak bercanda, supel (tau ngga supel itu apa? SUka ngePEL), penyabar, rajin,
suka kebersihan, baik, ramah, sopan, disayang mertua, dan yang utama adalah
tempat saya berhutang...hutang apa saja, Agaggagagagaggaggagggg...
Ada banyak cerita tentang hutang sama Pak Herdi, mulai dari
cara berhutang, jenis hutang, bayar hutang dan berhutang lagi, sampai akhirnya ada ungkapan dari Pak Herdi tentang hutang ini, katanya "hidup tanpa hutang bagai sayur tak bergaram” hahahahahhhh…
cara berhutang, jenis hutang, bayar hutang dan berhutang lagi, sampai akhirnya ada ungkapan dari Pak Herdi tentang hutang ini, katanya "hidup tanpa hutang bagai sayur tak bergaram” hahahahahhhh…
Pak Herdi ini sangat hobby dengan yang namanya musik, gemar
menyanyi dan memang sich suaranya merdu kalau lagi nyanyi. Pernah ikut lomba
nyayi tingkat kecamatan, dan katanya meraih juara II, lumayan lahh…!!
Jika bersama Pak Herdi hidup terasa damai, ramai dan penuh
warna, hehhehehhhhh, macam permen Nano Nano saja. Yap, mungkin bagi saya itu
ungkapan yang tepat untuk nantinya mengenang Pak Herdi jika beliau telah tiada,
Agaggagagaggggg… Dan memang, selama bersama Pak Herdi, ada banyak
ungkapan-ungkapan yang beliau ucapkan (sebagian sudah lupa), yang ketika saya
mendengarkan itu biasanya saya tertawa, karena ungkapan-ungkapannya lucu menggelitik
tapi sarat dengan makna yang mendalam. Contohnya: waktu lagi macet-macetnya
gaji honor, sebagian teman-teman banyak yang murung seolah-olah sakit dan tidak
berbicara, nah seketika Pak Herdi bilang:” Lagi sakit sariawan, bibir
pecah-pecah, tenggorokan kering dan susah UANG besar”.
Olehnya, untuk mengabadikan ungkapan-ungkapannya, saya sengaja –tanpa sepengetahuan Pak Herdi- membuat akun facebook Herdi Tokala yang nantinya akan saya jadikan tempat untuk menulis ungkapan-ungkapannya. Di Add ya man teman...
Peace ya Paakk, hehhehheh, Nanti, kalau misalnya Bapak baca tulisan ini, berarti Bapak sudah bisa internetan, dan jangan marah ya Paaakkkk..
Olehnya, untuk mengabadikan ungkapan-ungkapannya, saya sengaja –tanpa sepengetahuan Pak Herdi- membuat akun facebook Herdi Tokala yang nantinya akan saya jadikan tempat untuk menulis ungkapan-ungkapannya. Di Add ya man teman...
Peace ya Paakk, hehhehheh, Nanti, kalau misalnya Bapak baca tulisan ini, berarti Bapak sudah bisa internetan, dan jangan marah ya Paaakkkk..
Hampir lupa, satu hal yang juga tidak bisa dipisahkan dari
Pak Herdi, apa itu..??? Lombok alias merica alias rica alias apa saja yang
penting semisal itu lah… Pak Herdi sangat gemar makan makanan yang “beraliran”
HOT (pedas maksudnya), sampai pernah ada ungkapannya juga tentang merica ini,
katanya “Makan tanpa merica seperti…. (lalu dia diam) saya Tanya, seperti apa Pak
?? mau muntah” jawabnya. hahhahahhahhhhhh, itu mah bukan ungkapan, tapi emosi…!!
Ceritanya, waktu itu Pak Herdi telat ke pasar, akhirnya tidak kebagian sayur,
keburu habis diborong orang. Terpaksa yang dibikin sayur itu merica, luar
biasaa..!!! Merica di iris tipis-tipis seperti kacang panjang, terus di tumis,
Masya Allah… bisa dibayangkan bagaimana pedas-nya sayur itu, hmm..
Sebelum di akhiri, perlu saya sampaikan bahwa tulisan ini
belum menceritakan sepenuhnya tentang Pak Herdi, jika memungkinkan dan jika ada
cerita baru tentang beliau akan di sambung… hehehehhhhh
MATI BOLEH SAJA, ASAL HIDUP SUDAH BERARTI
GCG.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar